HANYA ADA PERANG UNTUK PERTAHANAN DIRI PADA MASA NABI MUHAMMAD (SAW)

Perbesar Video
 

Presenter: Beberapa hari yang lalu ada 6 orang Kristen Koptik terbunuh di Mesir dalam sebuah penembakan berkendaraan sewaktu meninggalkan gereja. Semua media di Barat mulai meliput berita ini secara negatif karena kejadian tersebut terjadi di negara Muslim. Pemerintah Mesir tidak membuat sebuah pernyataan mengenai hal tersebut. Apa pendapat Anda tentang permasalahan ini?

Adnan Oktar: Baru-baru ini sebagian rekan dan saudara Kristen kita ingin menunjukkan kaum Muslim dalam sejarah dan juga saat ini sebagai penumpah darah, orang-orang kejam yang menimbulkan masalah, yang mencemoohkan hukum, hak asasi dan demokrasi. Mereka memberikan contoh dari perang-perang dalam sejarah. Jika kita hendak memberikan contoh-contoh dari perang di masa lalu—terutama saudara-saudara kita Protestan Amerika, Evangelis katakanlah begitu—mereka telah membunuh puluhan ribu orang di Hiroshima dalam sekejap. Mereka membunuh puluhan ribu orang di Nagasaki dalam sekejap. Ada pula Muslim dan Kristen di sana. Orang-orang dari semua agama. Jadi berdasarkan hukum mana ini dilakukan? Benar kan? Mereka menumpahkan darah di banyak negara. Mereka menumpahkan darah di Afghanistan dan Irak. Menggunakan hukum yang mana hal itu dilakukan? Benar kan?

Tidak ada Muslim yang menafsirkan peristiwa-peristiwa ini sebagai, "Inilah perilaku mereka yang menaati Injil, mereka adalah penumpah darah." Kami berkata, "Ini adalah jiwa freemasonry, sebuah syarat menjadi seorang mason. Mereka yang tidak mengimani Tuhan yang bukan Muslim maupun Nasranilah yang melakukannya. "Tidak ada alasan kita mengaitkannya dengan agama Kristen. Ijinkan saya meluruskan kata "mengaitkannya", astaghfirullah, ijinkan saya mengatakan, "Kami tidak menganggap agama Kristen yang bertanggung jawab atasnya." Oleh karena itu, akan keliru jika sahabat-sahabat Kristen kita mendakwa Islam bertanggung jawab ketika sebuah peristiwa terjadi; mereka harus meninggalkan kebiasaan itu.

Baiklah, ada perang dalam Al Qur'an, tetapi itu adalah sebagai pertahanan diri, ketika Anda, hak milik Anda, keamanan dan kehormatan Anda diserang. Dengan kata lain, seseorang telah memasuki rumah orang, ada serangan dengan senjata, senapan. Mereka telah memecah jendela kaca dan menembakkan peluru. Apa yang dapat seseorang lakukan dalam perkara seperti ini? Apakah dia akan membawa mereka ke pengadilan? Apa yang semestinya ia lakukan? Jika ia berusaha meloloskan diri, ia akan gagal. Benar kan? Apakah tindakan yang sepatutnya? Menyelamatkan hidup seseorang, membela diri sendiri. Ada hal-hal yang dilakukan ketika mempertahankan diri sendiri, misalnya, pertama orang menembak di udara, mereka mengancam, menembak di udara, jika langkah-langkah ini terbukti tidak mempan, mereka mencoba menghentikan pelaku dengan melukainya tetapi dengan cara yang tidak menimpakan derita atau membunuhnya. Ini adalah pembelaan diri. Adakah cara lain untuk melakukannya? Adakah cara lain dalam peristiwa serangan tiba-tiba? Karena ia tidak dapat melarikan diri. Jadi apa yang disalahkan atau dilihat sebagai kesalahan di sini?

Dalam masa-masa itu, kaum Muslim berada di bawah tekanan amat berat, di bawah kekejaman luar biasa. Mereka dimasukkan ke dalam lubang dan dibakar dengan bensin. Apa yang seharusnya dilakukan? Apa yang ia mesti lakukan? Ada serangan tengah malam. Mereka datang dengan pedang, gada dan tombak. Akankah mereka berkata, "Selamat datang, mari kami suguhi Anda teh?" Apa yang seharusnya mereka katakan? Tentu saja mereka membela diri mereka. Sementara itu, mungkin ada korban jiwa selama pertahanan ini. Ini bukan sesuatu yang tidak wajar karena pihak lain telah datang untuk mengambil nyawa Anda. Sangatlah sulit membela diri sendiri tanpa merugikan pihak lain pada saat itu, selama serangan beramai-ramai. Anda tidak bisa mengatakan, "Biarkan saya sekedar membuatnya pingsan dan menjadikannya tidak bergerak." Dalam keadaan waktu itu, toh tidak ada cara untuk membuat seseorang tidak berdaya. Apa yang dapat mereka lakukan? Karena itu, sangatlah keliru menyalahkan dan mencela kaum Muslim. Mereka harus mencela diri mereka sendiri. Tidak ada kesalahan terkecil dalam apa yang dilakukan pada masa Nabi kita (saw). Tak satu pun darinya adalah perang untuk menyerang.

Oktar Babuna: Seperti yang Anda lebih ketahui, insya Allah, ada juga ketidakseimbangan dalam jumlah [pasukan].

Adnan Oktar: Dan semuanya ditujukan untuk memaafkan. Sebagai contoh, Allah Yang Mahakuasa berfirman, "janganlah melampaui batas", "jika mereka berhenti, kalian juga berhenti", "lepaskan tawanan, berperilaku baiklah terhadap tawanan." Penjelasan yang alangkah sempurna. Betapa sebuah penafsiran yang manusiawi. Dalam perkara pembunuhan, contohnya, perhatikan bahwa ini adalah pembunuhan, Allah berfirman ada hak untuk pembalasan. Biasanya hukuman bagi pembunuhan adalah dihukum mati. Namun Allah berfirman, "Adalah lebih baik bagi kalian jika kalian memaafkan". Karena seorang Muslim akan selalu memilih memaafkan, yakni yang lebih baik, jadi? Tidakkah kita lihat di sini bentuk tertinggi dari kasih sayang, cinta dan kemurahan? Apa arti mengampuni suatu kekejaman sangat besar seperti pembunuhan? Allah memaparkan, "Adalah lebih baik bagimu jika engkau memaafkan." Karenanya Islam adalah agama cinta, kasih dan sayang. Tetapi ini juga berlaku untuk Injil dan Taurat. Bahkan dalam bentuknya yang telah diubah, kitab itu masih menyimpan sisi-sisi indah ini.

Karenanya mereka akan meninggalkan upaya memancing kemarahan kaum Muslim, membunuh, bersewenang-wenang dan mengaitkan suatu peristiwa yang dilakukan segelintir orang berpenyakit jiwa dengan kaum Muslim. Ini sangatlah keliru.

Lagipula ketika kita melihat para pembunuh tersebut, kita tahu bahwa mereka dididik di Inggris atau Amerika dan mengenyam pendidikan Darwinis dan materialis. Seseorang dengan perilaku sufistik, seseorang berhati nurani, atau mari kita bayangkan seorang pengikut Risalah An Nur, sudah adakah orang yang menyaksikan seorang pengikut Risalah An Nur yang namanya telah terlibat dalam pembunuhan di sudut dunia mana pun?

Oktar Babuna: Tak seorang pun yang telah menyaksikan, insya Allah.

Adnan Oktar: Jangankan pembunuhan, sudah adakah orang yang menyaksikan orang semacam itu melukai seseorang? Ada jutaan pengikut Risalah An Nur, dan mereka sama sekali tidak melakukan itu. Misalnya seorang Sufi, seorang anggota perkumpulan agamis; ada misalnya, pengikut Shazini dan Nakhsabandi di luar negeri. Pernahkah kita melihat mereka melakukan tindakan semacam itu? Atau ulama Fiqih, seorang ulama yang telah mengenyam pendidikan Ahlus Sunnah. Pernahkah kita menyaksikan seorang ulama seperti itu melakukan tindakan semacam itu? Tidak sama sekali. Siapa orang-orang yang kita lihat melakukan tindakan seperti itu? Mereka pengikut Ibnu Miskawayh, mereka para Darwinis, materialis, para pendukung evolusi yang sejiwa terhadap sosialisme, pengagum Che, Ho Chi Minh, mereka yang berusaha menyelaraskan pandangan Lenin dengan Islam, mereka orang-orang yang berperasaan rendah diri. Karena itu perlu membedakan mereka. Maksud kami dengan Muslim sejati. Seorang muslim sejati selalu penuh rasa belas kasih, murah hati dan cinta.

2010-01-24 15:07:55

Presentasi| tentang situs ini | Buat homepage Anda | tambahkan ke favorit | RSS Feed
Semua materi dapat dikopi,dicetak, dan didistribusikan berdasarkan situs ini
(c) All publication rights of the personal photos of Mr. Adnan Oktar that are present in our website and in all other Harun Yahya works belong to Global Publication Ltd. Co. They cannot be used or published without prior consent even if used partially.
© 1994 Harun Yahya. www.harunyahya.com
page_top