< <
6 / total: 13

2. Spesimen Fosil Yang Ditemukan Di Amerika Utara Dan Selatan (4/5) - Brazil

Fosil-Fosil Yang Ditemukan Di Brazil

Brazil map

Susunan geologis Brazil menunjukkan kemiripan dengan dataran tinggi Amerika Latin. Lebih dari setengah formasi batuan negara ini terbentuk pada zaman Prakambria (543 hingga 4,6 juta tahun silam). Lapisan batuan bawah Brazil terdiri atas batuan metamorfis dan beku, dengan selapisan batuan endapan di atasnya. Sebagian lapisan endapan berasal dari Prakambria, sementara sebagian lain dari masa yang lebih muda.

Sejumlah besar zona mikrofosil (fosil dari organisme renik) Prakambria telah diketahui dari bebatuan di kawasan Sao Francisco. Dua lapisan fosil utama lainnya di Brazil adalah formasi Santana dan Crato.

Di formasi Santana, yang terbentang di Cekungan Araripe, kebanyakan fosilnya berasal dari zaman Kretaseus (65 hingga 146 juta tahun silam). Salah satu ciri utama formasi Santana adalah adanya spesimen-spesimen fosil yang terawetkan baik dari lebih 25 spesies ikan. Fosil-fosil formasi Santana juga mencakup aneka reptil, amfibi, invertebrata dan tetumbuhan.

 

Araripe region

Selama penelitian-penelitian yang dilakukan di kawasan Araripe, fosil-fosil 25 spesies ikan yang terawetkan baik terungkap.

Hingga baru-baru ini, formasi Crato dipandang sebagai bagian dari formasi Santana. Akan tetapi, penelitian di daerah ini mengungkapkan bahwa lapisan mengandung fosil-fosil serangga yang hidup di masa-masa yang sangat awal. Fosil serangga ini telah mendorong Crato agar dianggap sebagai formasi tersendiri. Di samping serangga, fosil-fosil laba-laba, kalajengking, kepiting dan banyak spesies tumbuhan telah diperoleh dari lapisan fosil ini.

Limestone, Crato, Formation, Nova Olinda

a) Banyak fosil ditemukan di Santana mengungkapkan bahwa mahluk-mahluk hidup masa kini tidak mengalami evolusi.
b) Tambang Nova Olinda, tempat banyak fosil digali.
c) Batu gamping yang mengandung spesimen fosil, digali dari Crato.

Fosil-fosil, ratusan juta tahun umurnya, diperoleh dari lapisan-lapisan fosil di Brazil, menunjukkan sekali lagi bahwa tidak ada landasan ilmiah bagi pernyataan bahwa mahluk-mahluk hidup berevolusi pelan-pelan dari satu moyang bersama. Fosil-fosil ini membantah gagasan bahwa mahluk-mahluk hidup berevolusi, dan menguatkan penciptaan.

 

bush cricket, fossil

Jangkrik Semak

Umur: 128 juta tahun
Ukuran: dengan sayap: 15 mm (0,5 inci); matriks: 110 mm x 100 mm (4,3 inci x 3,9 inci)
Lokasi: Ceara, Brazil
Formasi: Santana
Zaman: Kretaseus Bawah, Apsian Senoman Atas

Jangkrik semak, yang termasuk ke dalam keluarga Tettigoniidae, memiliki lebih dari 225 spesies di Amerika Utara saja. Namun, kebanyakan serangga ini menghuni kawasan tropis. Jangkrik semak tetap tak berubah selama jutaan tahun. Fosilnya, sebagaimana dalam foto, adalah ptk bagi kebenaran ini.

 

fossil, cockroach

Lipas

Umur: 92 hingga 108 juta tahun
Ukuran: rentang sayap: 23 mm (0,9 inci) ; matriks: 128 mm x 128 mm (5 inci x 5 inci)
Lokasi: Nova Olinda Member, Ceara, Brazil
Formasi: Crato
Zaman: Kretaseus Bawah, Apsian Senoman Atas

Cekungan Araripe adalah rumah bagi sederetan luar biasa fosil Kretaseus awal yang teramat rinci, sebagiannya telah terawetkan secara tiga dimensi. Pronotum (tameng kepala) dan susunan pembuluh sayap lipas ini dapat dipelajari secara rinci. Fosil ini, contoh dari lipas yang hidup 92 hingga 108 juta tahun silam, sama dengan yang hidup hari ini, yang menunjukkan bahwa teori evolusi tidak sahih.

 

fossil, fly

Lalat

Umur: 125 juta tahun
Ukuran: panjang: 1,9 cm (0,75 inci); matriks: 90 mm (3,5 inci) panjang dan 5 mm (0,2 inci) tebal
Lokasi: Cekungan Araripe, Brazil, South America
Formasi: Nova Olinda Member, Crato 
Zaman: Kretaseus

Bawah Rekaman fosil menunjukkan bahwa serangga-serangga bersayap muncul secara berbarengan dengan yang tak bersayap, semuanya sekaligus. Kejadian ini membatalkan pernyataan bahwa serangga-serangga tak bersayap menumbuhkan pelan-pelan sayap seiring waktu dan pada akhirnya beralihrupa menjadi spesies terbang. Lalat membatu yang ditunjukkan foto ini hanya salah satu temuan prasejarah yang membantah para evolusionis.

 

evolution, fossil, cockroach

Lipas

Umur: 65 hingga 146 juta tahun
Ukuran: 8,8 cm x 9,1 cm (3,5 inci x 3,6 inci)
Formasi: Santana
Lokasi: Serra De Araripe, Brazil
Zaman: Kretaseus

Lipas berumur 65 hingga 146 juta tahun dalam foto ini sama dengan contoh hidupnya. Lipas telah menunjukkan ciri-ciri struktural yang sama selama juta tahun, membuktikan bahwa evolusi tidak pernah benar-benar berlangsung.

 

grasshopper, fossil

Belalang

Umur: 92 hingga 108 juta tahun
Ukuran: seluruhnya: 30 mm (1,1 inci), dengan antena: 75 mm (2,9 inci); matriks: 110 mm x 100 mm (4,3 inci x 3,9 inci)
Lokasi: Nova Olinda Member, Ceara, Brazil
Formasi: Crato
Zaman: Kretaseus Bawah,Apsian Senoman Atas

Belalang berumur 92 hingga 108 juta tahun dalam foto ini adalah bukti bahwa belalang selalu ada sebagai belalang. Tetap tak berubah selama jutaan tahun, belalang menunjukkan kepada kita bahwa ia diciptakan, bukan berevolusi.

 

scorpion, fossils

Kalajengking

Umur: 110 juta tahun
Ukuran: 26 mm (1 inci)
Lokasi: Araripe, Brazil
Formasi: Santana
Zaman: Kretaseus, Aptian

Salah satu fosil kalajengking tertua yang diketahui berumur 320 juta tahun. Kalajengking dalam foto berumur 110 juta tahun. Kalajengkingkalajengking yang hidup 320 juta tahun silam,110 juta tahun silam dan hari ini persis sama. Tidak berubah selama jutaan tahun, kalajengking adalah petunjuk telak penciptaan.

 

cockroaches, theory of evolution, fossils

Lipas

Umur: 92 hingga 108 juta tahun
Ukuran: serangga: 25 mm (0,9 inci); matriks: 90 mm x 113 mm (3,5 inci x 4,4 inci)
Lokasi: Nova Olinda Member, Ceara, Brazil
Formasi: Crato
Zaman: Kretaseus Bawah, Apsian Senoman Atas

Salah satu fosil lipas yang menunjukkan bahwa teori evolusi adalah khayalan ada dalam foto , berumur 92 hingga 108 juta tahun. Ia tidak berbeda dengan contoh hidup.

 

fossil, cockroaches, theory of evolution, fossils

Lipas

Umur: 128 juta tahun
Ukuran: termasuk kaki: 18 mm (0,7 inci); matriks: 110 mm x 93 mm (4,3 inci x 3,6 inci)
Lokasi: Ceara, Brazil
Formasi: Santana
Zaman: Kretaseus Bawah

Jika satu organisme tidak mengalami perubahan selama jutaan tahun, memertahankan strukturnya sekalipun menghadapi aneka macam perubahan lingkungan, mustahil kita mengatakan bahwa ia berevolusi. Jutaan contoh fosil yang berasal dari ribuan organisme membuktikan kemustahilan ini.

 

Aquatic beetles, fossil, aquatic beetle

Kumbang Air

Umur: 92 hingga 108 juta tahun
Ukuran: 26 mm; matriks: 115 mm x 102 mm (4,5 inci x 4,5 inci)
Lokasi: Nova Olinda Member, Ceara, Brazil
Formasi: Crato
Zaman: Kretaseus Bawah, Upper Aptian-Senoman

Kumbang air menghabiskan sebagian besar hidupnya di air. Di Amerika Utara, ada 500 spesies yang diketahui, dan di dunia, ada sekitar 5,000 spesies. Kumbang ini dapat bernapas di air menggunakan gelembung air yang dijebaknya di permukaan air. Kumbang ini, yang memiliki sistem rumit yang amat halus, telah memertahankan ciriciri sempurna yang sama selama jutaan tahun. Fosil kumbang air dalam foto adalah petunjuk bahwa kumbang air hari ini sama saja sebagaimana kumbang air dari 92 hingga 108 juta tahun silam dan tidak pernah mengalami evolusi.

 

grasshopper, fossil

Belalang

Umur: 92 hingga 108 juta tahun
Lokasi: Crato, Cekungan Araripe,
Ceara, Brazil
Zaman: Kretaseus, Era Mesozoikum

Fosil belalang dalam foto berumur antara 92 dan 108 juta tahun. Dan seperti mahluk-mahluk hidup lainnya yang melewati berabad-abad waktu tanpa berubah, belalang ini menunjukkan kepada para Darwinis bahwa spesiesspesies tidak pernah mengalami evolusi.

 

insect, cockroach, Fossil, evolution

Lipas

Umur: 125 juta tahun
Ukuran: panjang: 2,5 cm (1 inci); matriks (panjang-lebar-tebal): 11,5 cm x 11,5 cm x 0,7 cm (4,5 inci x 4,5 in x 0,2 inci)
Lokasi: Cekungan Araripe, Brazil
Formasi: Nova Olinda Member, Crato
Zaman: Kretaseus Bawah

Satu serangga yang tetap sama selama jutaan tahun adalah lipas. Fosil lipas berumur 320 juta tahun telah ditemukan. Dampak lipas pada teori
evolusi telah diuraikan sebagai berikut dalam majalah Focus:

Secara teoretis, aneka unsur penekan seperti keadaan lingkungan yang berubah, spesies musuh dan persaingan di antara spesies seharusnya membawa kepada seleksi alamiah, seleksi spesies-spesies yang diuntungkan oleh mutasi, dan membawa spesies-spesies ini untuk mengalami perubahan lebih besar selama masa waktu yang demikian panjang. TETAPI, FAKTA-FAKTA MENUNJUKKAN KEBALIKANNYA. Mari kita lihat lipas, misalnya. Hewan ini berbiak sangat cepat dan memiliki masa hidup yang pendek, namun tetap sama selama kira-kira 250 juta tahun. (Evrimin Cikmaz Sokaklari: Yasayan Fosiller [Jalan Buntu Evolusi: Fosil Hidup], Focus, April 2003)

 

 

fossil, grasshoppers

Belalang

Umur: 125 juta tahun
Ukuran: 2 cm (0,8 inci) length; matriks (panjanglebar- tebal): 10,5 cm x 7,5 cm x 0,5 cm (4 inci x 2,9 inci x 0,2 inci)
Lokasi: Cekungan Araripe, Brazil
Formasi: Nova Olinda Member, Crato
Zaman: Kretaseus Bawah

Belalang, yang termasuk ordo Orthoptera, muncul dengan struktur yang sama di rekaman fosil selama jutaan tahun. Belalang umumnya menghuni kawasan tropis, namun dapat ditemukan di aneka kawasan di seluruh dunia.

Semua fosil belalang menunjukkan bahwa genus ini tidak pernah berubah selama jutaan tahun-dengan kata lain, belalang tidak berevolusi. Salah satu bukti hal ini adalahbelalang tidak berevolusi. Saha satu bukti hal ini adalah belalang dalam foto yang berumur 125 juta tahun.

 

fossil, grasshoppers

Belalang

Umur: 125 juta tahun
Ukuran: 3,8 cm (1,5 inci)
Lokasi: Cekungan Araripe, Brazil
Formasi: Nova Olinda Member, Crato
Zaman: Kretaseus Bawah

Fosil berumur 125 juta tahun ini adalah petunjuk bahwa belalang selalu ada sebagai belalang. Di hadapan kenyataan ini, mustahil bagi para evolusionis untuk memberikan penjelasan yang nalar.

 

grasshoppers, fossil, long, horned

Belang Tanduk

Umur: 125 juta tahun
Ukuran: 1,5 cm (0,6 inci); dengan
antena: 3,4 cm (1,3 inci)
Lokasi: Cekungan Araripe, Brazil
Formasi: Nova Olinda Member, Crato
Zaman: Kretaseus Bawah

Ciri paling mencolok belalang adalah antena panjang kurusnya yang hampir dua kali panjang tubuhnya. Seperti jenis belalang lainnya, belalang tanduk tetap sama selama jutaan tahun. Foto ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara belalang dari 125 juta tahun silam dan belalang hari ini.

 

6 / total 13
Anda dapat membaca buku Harun Yahya Atlas Penciptaan secara online, berbagi pada jaringan sosial seperti Facebook dan Twitter, download di komputer Anda, menggunakannya untuk pekerjaan rumah Anda dan tesis, dan mempublikasikan, menyalin atau memperbanyak pada website atau blog Anda sendiri tanpa perlu membayar biaya hak cipta apapun, selama Anda mengakui situs ini sebagai referensi.
Presentasi| tentang situs ini | Buat homepage Anda | tambahkan ke favorit | RSS Feed
Semua materi dapat dikopi,dicetak, dan didistribusikan berdasarkan situs ini
(c) All publication rights of the personal photos of Mr. Adnan Oktar that are present in our website and in all other Harun Yahya works belong to Global Publication Ltd. Co. They cannot be used or published without prior consent even if used partially.
© 1994 Harun Yahya. www.harunyahya.com
page_top