< <
13 / total: 13

Kesimpulan

Allah Menciptakan Alam Semesta Dan Semua Mahluk Hidup

archaeopteryx

Archaeopteryx, used for years as the socalled evidence of the transition from reptile-to-bird fable, is an example of how evolutionists try to deceive people. It was claimed that Archaeopteryx, a 150-millionyear-old bird, has some reptilian features and thus is a "missing link" between reptiles and birds. However, all recent scientific findings show that Archaeopteryx was a flying bird, invalidate these claims. Furthermore, teropod dinosaurs—the socalled reptilian ancestors of birds—are far younger than Archaeopteryx. This is another fact that evolutionists try to ignore.

Teori evolusi, konsep usang abad ke-19, telah sama sekali runtuh di hadapan fakta-fakta ilmiah masa kini. Para Darwinis tidak memiliki jawaban ilmiah untuk diberikan di hadapan rekaman fosil, yang melontarkan pukulan paling telak terhadap teori evolusi.

Para Darwinis tidak dapat menunjukkan satu fosil saja yang menyokong bahwa evolusi pernah berlangsung, dan berpaling ke beragam cara yang mereka harap akan menutupi kekalahan yang mereka derita itu. Kadang kala mereka mencoba memotret fosil dari aneka spesies punah sebagai bentuk peralihan, walaupun tidak ada kebenaran apapun mengenai hal itu. Kadang kala mereka mencoba membuktikan evolusi-di mata mereka sendiri, setidaknya-dengan menyajikan fosil-fosil palsu. Di saat lain, mereka mencoba menipu orang awam lewat gambar-gambar yang sepenuhnya khayalan. Dalam melakukan itu semua, mereka juga menggunakan judul-judul menyesatkan seperti "Rantai yang Hilang Ditemukan!" atau "Moyang Kita adalah Mikroba" atau "Temuan Baru Membuktikan Evolusi" dalam sebuah usaha memberikan kesan bahwa teori evolusi adalah fakta tak terbantahkan.

Metode-metode ini mungkin telah berhasil sepanjang akhir 1800-an dan awal 1900-an, ketika ilmu pengetahuan dan teknologi belum semaju seperti saat ini. Namun, di abad ke-21, semua dusta para evolusionis telah dibukakan, meninggalkan para Darwinis dalam kedudukan tanpa daya.

Kini, bahkan anak-anak kecil menjadi sadar bahwa tidak ada fosil bentuk peralihan yang menunjuk ke evolusi, bahwa manusia tidak berasal dari kera, bahwa struktur-struktur sangat maju dan rumit mahluk-mahluk hidup tidak dapat dijelaskan menurut teori evolusi, dan bahwa Darwinisme adalah tipuan terburuk dalam sejarah ilmu pengetahuan.

Sebagaimana diungkapkan dalam ayat: "Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan" (QS Ash Shaffaat, 37: 151), Allah mengatakan kepada kita bahwa mereka yang ingkar menolak keimanan dengan terus-menerus mengemukakan satu dan lain kepalsuan. Para Darwinis berpaling ke aneka tipuan dan membuat segala jenis pernyataan tak ilmiah demi menghindari diri dari beriman dan juga menjauhkan orang lain dari nilai-nilai akhlak agama.

Nyatanya, satu ayat menekankan bahwa "Sesungguhnya mereka benar-benar akan berkata.." (QS Ash Shaffaat, 37: 167) bahwa orang-orang yang tidak beriman itu terus-menerus mengemukakan dalih. Namun, mereka akan segera melihat dan memahami kebenaran. Diungkapkan dalam banyak ayat bahwa saatnya akan tiba ketika mereka yang ingkar akan menyadari dan memahami kebenaran. Ayat-ayat ini mengatakan kepada kita, lewat kata-kata yang tidak langsung, bahwa para Darwinis juga akan melihat kebenaran. Sebagian ayat menyatakan yang berikut:

Tetapi, mereka mengingkarinya (Al Qur'an), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu). (QS Ash Shaffaat, 37: 170)

Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). (QS Al Hijr, 15: 3)

Agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya). (QS Al Ankabut, 29: 66)

Kita berharap para Darwinis juga akan melepaskan kebebalan mereka yang tak nalar dan menerima bahwa fakta bahwa setiap orang dapat jelas melihat. Kebenaran yang diungkapkan oleh ilmu pengetahuan adalah bahwa teori evolusi itu salah, dan bahwa alam semesta dan mahluk-mahluk hidup adalah ciptaan Allah.

They Described a Pig's Tooth As a Fossil of "Nebraska Man"

Nebraska man

In 1922, Henry Fairfield Osborn, the director of the American Museum of Natural History, declared that he had found a fossil molar tooth belonging to the Pliocene Period in Western Nebraska near Snake Brook. This tooth allegedly bore common characteristics of both man and ape. This fossil came to be called "Nebraska man." Nebraska man was also immediately given a "scientific name", Hesperopithecus haroldcooki. Based on this single tooth, reconstructions of the Nebraska man's head and body were drawn. Moreover, Nebraska man was even pictured along with his wife and children, as a whole family in a natural setting. In 1927, other parts of the skeleton were also found. According to these newly discovered pieces, the tooth belonged neither to a man nor to an ape. It was realized that it belonged to an extinct species of wild American pig called Prosthennops.

Fosil-fosil, sebagian contohnya diberikan dalam buku ini, adalah bukti penting ciptaan Allah. Tercatat dalam beberapa ayat Al Qur'an bahwa ada petunjuk di atas dan di bawah tanah yang memperlihatkan fakta penciptaan. Contohnya adalah ayat berikut:

...benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi. (QS As Shaffaat, 37: 137)

Dari semua kemungkinan, ayat ini merujuk kepada rekaman fosil yang terletak di tanah dan mengungkapkan sejarah sejati kehidupan. Ada tak terhingga spesimen fosil di bawah tanah di seluruh dunia yang menunjukkan bahwa mahluk-mahluk hidup tetap sama selama jutaan tahun-pendeknya, mereka tidak pernah mengalami evolusi. Semua fosil ini menunjukkan bahwa mahluk-mahluk hidup muncul terbentuk sempurna dan tanpa cela, bersama semua ciri-ciri rumit mereka-dengan kata lain, mereka diciptakan oleh Allah.

Tuhan Mahakuasa kita telah menciptakan semua mahluk hidup dalam bentuknya yang terbaik. Semua wujud adalah ungkapan dari kekuatan dan keagungan Allah. Dihadapkan dengan segenap wujud ini, tugas seseorang adalah memakai nalar dan nurainya, serta merenungkan bahwa alam semesta telah diciptakan dengan suatu kebijaksanaan yang pasti, supaya bersyukur kepada Allah dan menyembahNya dengan cara terbaik.

Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. KepunyaanNya kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, mereka itu orang-orang yang merugi. (QS Az Zumar, 39: 62-63)

 

Maha Suci Engkau,
Tiada ilmu pada kami kecuali apa yang sudah Kau ajarkan kepada kami, Engkaulah Matatahu, Maha Bijaksana.
(Surat al-Baqarah, 32)

 

Appendix:

"Keruntuhan Teori Evolusi" (en_The Collapse of the Theory of Evolution) >>>

13 / total 13
Anda dapat membaca buku Harun Yahya Atlas Penciptaan secara online, berbagi pada jaringan sosial seperti Facebook dan Twitter, download di komputer Anda, menggunakannya untuk pekerjaan rumah Anda dan tesis, dan mempublikasikan, menyalin atau memperbanyak pada website atau blog Anda sendiri tanpa perlu membayar biaya hak cipta apapun, selama Anda mengakui situs ini sebagai referensi.
Presentasi| tentang situs ini | Buat homepage Anda | tambahkan ke favorit | RSS Feed
Semua materi dapat dikopi,dicetak, dan didistribusikan berdasarkan situs ini
(c) All publication rights of the personal photos of Mr. Adnan Oktar that are present in our website and in all other Harun Yahya works belong to Global Publication Ltd. Co. They cannot be used or published without prior consent even if used partially.
© 1994 Harun Yahya. www.harunyahya.com
page_top