|
PERTANYAAN 91
Apa itu takdir?
Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu dengan ukuran.
Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. (Surat
Al-Qamar: 49-50)
Takdir adalah pengetahuan Allah atas semua peristiwa di masa
lampau ataupun di masa depan seolah sebagai kejadian tunggal. Kebanyakan
orang bertanya bagaimana Allah bisa mengetahui peristiwa yang belum terjadi.
Pikiran seperti ini membuat mereka gagal memahami kebenaran adanya takdir.
Harus disadari bahwa peristiwa yang belum terjadi
hanya berlaku bagi kita. Allah sendiri tidak terikat ruang ataupun waktu,
karena Dia lah yang menciptakan keduanya. Tidak ada konsep waktu bagi
Allah. Karena alasan inilah, masa lampau, masa yang akan datang dan masa
sekarang, semuanya sama saja bagi Allah. BagiNya segala sesuatu telah
terjadi dan telah berakhir.
PERTANYAAN 92
Apakah manusia tidak bisa merubah takdir Allah?
Masyarakat kita keliru memahami jika berpendapat bahwa manusia
dapat merubah takdir Allah. Misalnya, kita suka mendengar ungkapan dangkal
bahwa seorang pasen telah mengalahkan takdirnya ketika berhasil melewati
masa kritis yang mematikan. Padahal, tak seorang pun dapat merubah takdirnya.
Seseorang tidak meninggal ketika melewati penyakit yang kritis, karena
memang tidak ditakdirkan meninggal saat itu. Sungguh ironis bahwa ia ditakdirkan
mempunyai pikiran seperti itu dan membohongi dirinya sendiri dengan mengatakan
saya mengalahkan takdir.
Takdir merupakan perbendaharaan ilmu Allah. Bagi Allah, waktu
hanyalah kejadian sesaat dan Dia menguasai seluruh ruang dan waktu. BagiNya,
segala sesuatu telah ditentukan dan telah berakhir sebagai takdir. Dari
apa yang disebutkan dalam Al-Quran, kita pun dapat memahami bahwa hanya
ada satu waktu bagi Allah. peristiwa yang akan terjadi setelah kematian
kita (dalam sudut pandang kita) disebutkan dalam Al-Quran sebagai peristiwa
lampau yang telah terjadi. Allah tidak terbatasi kerangka relativitas
waktu seperti yang kita alami. Allah menghendaki segala sesuatu dalam
kehampaan waktu: manusia telah menjalaninya, dan semua peristiwa ini telah
dilewati dan telah berakhir.
PERTANYAAN 93
Bagaýmana terjadinya kebangkitan?
Allah Maha Kuasa dan Dia lah yang menciptakan segala mahluk. Dia menciptakan
manusia dari setetes mani. Dia menciptakan segala sesuatu dari tiada.
Maka tidak diragukan bahwa Allah berkuasa untuk menciptakan kembali semuanya
dengan cara serupa. Dalam Al-Quran, Allah menjawab pertanyaan di atas
saat mencela orang-orang kafir yang tidak mempercayai adanya hari kebangkitan:
Itulah (neraka) balasan bagi mereka, karena mereka kafir
terhadap ayat-ayat Kami dan berkata, Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang
dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan
kembali sebagai mahluk baru? Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya
Allah yang menciptakan langit dan bumi kuasa pula menciptakan yang serupa
dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang
tiada keraguan padanya? Maka orang-orang yang zalim itu tidak menghendaki
kecuali kekafiran. (Surat Al-Isra: 98-99)
PERTANYAAN 94
Mengapa filosofi materialistik tidak benar?
Filosofi materialis adalah sistem pemikiran yang berpendapat
bahwa segala sesuatu terdiri dari materi, bahwa alam semesta tidaklah
diciptakan, melainkan sudah ada sejak lama sekali dan akan kekal abadi.
Namun perkembangan ilmiah abad terakhir telah membuktikan
bahwa pendapat ini sama sekali tidak benar. Pertama-tama, masyarakat ilmiah
telah mengakui bahwa alam semesta ini mempunyai permulaan. Ia tercipta
dari tiada dan memiliki akhir, seperti dinyatakan Al-Quran 1400 tahun
yang lampau. Selanjutnya, sains menemukan bahwa apa yang kita sebut sebagai
materi hanyalah berupa kumpulan persepsi-persepsi. Dua pernyataan
mendasar ini menolak dan sekaIigus membatalkan filosofis materialis.
PERTANYAAN 95
Bagaimana alam semesta tercipta?
Dia Pencipta langit dan bumi... (Surat Al-Anam: 101)
Kini, para ahli telah mencapai mufakat bahwa alam semesta
terjadi dari tiada secara tiba-tiba melalui sebuah ledakan besar yang
disebut Big Bang. Bukti kuat yang menyebabkan diterimanya Teori Big Bang
ini adalah sebagai berikut:
Pengembangan alam semesta: Pada tahun 1929, Edwin Huble menemukan
bahwa semua benda langit bergerak saling menjauh satu sama lain. Ini menjadi
bukti yang meyakinkan bahwa alam semesta terjadi melalui ledakan sebuah
titik (Big Bang).
Radiasi Latar Kosmik: Karena alam semesta ini muncul melalui
sebuah ledakan, maka harus ada radiasi yang tersisa akibat ledakan tersebut.
Tentunya, radiasi ini harus tersebar merata di seluruh alam semesta. Maka
bukan hal yang mengejutkan jika kemudian radiasi ini ditemukan pada tahun
1965. Pada periode selanjutnya, keberadaan radiasi ini ditegaskan secara
meyakinkan melalui bantuan satelit.
Perbandingan jumlah hidrogen dan helium di alam semesta:
Bukti penting lainnya bagi Teori Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium
di luar angkasa. Dari hasil perhitungan terakhir diketahui bahwa konsentrasi
hidrogen dan helium ini sesuai dengan perhitungan teoritis sebagai sisa
yang tertinggal akibat Big Bang. Jika alam semesta ini tidak memiliki
permulaan dan akan terus kekal, maka unsur hidrogennya mesti telah habis
dan telah berubah seluruhnya menjadi helium.
Teori Big Bang, yang menyiratkan bahwa
alam semesta terjadi dari tiada (diciptakan), akhirnya meruntuhkan pernyataan
filosofi materialis yang berpendapat bahwa alam semesta ada sejak mula
sekali dan bersifat kekal.
PERTANYAAN 96
Bagaimana kaum materialis menjelaskan keberadaan ruh
manusia?
Dengan pendapat bahwa segala sesuatu hanya terdiri dari materi
yang dapat dilihat mata dan disentuh tangan, kaum materialis tak pernah
mampu menjelaskan keberadaan ruh manusia dan kesadaran. Seperti kita tahu,
atom merupakan elemen penyusun dari setiap mahluk, termasuk tubuh manusia.
Ini berarti bahwa seluruh mahluk, hidup ataupun mati, terbentuk dari kombinasi
atom-atom dalam beragam bentuk (senyawa).
Kenyataan di atas sangat menyulitkan kaum materialis.
Manusia adalah mahluk sadar yang memiliki kehendak, kemampuan berpikir,
bicara, memahami dan mengambil keputusan. Mustahil mahluk seperti manusia
terjadi karena bersatunya atom-atom secara acak, mendadak dan kebetulan,
seperti pendapat kaum materialis. Hal demikian itu mustahil karena atom-atom
tidak mampu berpikir, menimbang dan mengambil keputusan lalu menyatu untuk
tiba-tiba menjadi ruh manusia.
Karenanya, kaum materialis tidak memiliki
penjelasan bagi adanya ruh manusia.
PERTANYAAN 97
Pendapat apa saja yang diajukan kaum evolusionis?
Teori evolusi berpendapat bahwa kehidupan terbentuk secara
kebetulan. Menurut teori ini, atom mati taksadar menyatu membentuk sel,
lalu membentuk mahluk-mahluk hidup, termasuk manusia. Untuk menunjukkan
dan membuktikan kegagalan pernyataan kaum evolusionis ini, mari kita rumuskan
sebuah eksperimen berikut yang kita namai Formula Darwinian:
Biarkan kaum evolusionis memasukkan segala bahan penyusun
mahluk hidup dengan komposisi yang tepat ke dalam sebuah drum. Biarkan
mereka menambahkan bahan lain apapun yang kira-kira diperlukan. Jika mau,
tambahkan pula asam-amino dan protein-protein apapun sebanyak yang diperlukan;
meskipun dalam kondisi normal kemungkinan adanya bahan tersebut hanya
satu banding 10 pangkat 950. Berikan panas dan air sesuai kebutuhan dan
aduk dengan alat yang paling mutakhir.
Jika kaum evolusionis melakukan hal di
atas dengan berbagai modifikasi yang menurut mereka perlu, lalu mereka
menungguinya bermilyar-milyar atau bahkan triliunan tahun, mereka tidak
akan berhasil membuat manusia. Mereka tidak akan mampu membuat harimau,
singa, semut, bunga mawar, bunga lili, burung merak, burung pelatuk, ikan
paus, kangguru, kuda, pisang, jeruk, anggur dan jutaan mahluk hidup lainnya
seperti itu. Bahkan sebuah sel tunggal pun tidak akan mampu mereka buat.
PERTANYAAN 98
Apakah Pernyataan kaum evolusionis tentang pembentukan
kehidupan tersebut benar?
Tidak. Pernyataan kaum evolusionis bahwa mahluk hidup terbentuk
secara kebetulan sedikitpun tidak benar. Di dunia ini tidak pernah ada
proses evolusi. Mari kita buktikan ketidakbenaran teori ini.
Kaum evolusionis mempunyai beberapa pendapat berikut:
Bahwa spesies baru terbentuk melalui seleksi alam dan mutasi.
Mekanisme seleksi alam merupakan gagasan yang mengatakan
bahwa mahluk hidup yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan habitatnya
akan punah, sedangkan yang mampu menyesuaikan diri akan terus hidup dan
membentuk spesies baru. Gagasan seperti ini mustahil terjadi. Mekanisme
demikian hanya menyaring spesies yang ada namun tidak akan pernah menghasilkan
spesies baru.
Demikian pula halnya dengan mutasi. Proses mutasi hanya menimbulkan
kerusakan pada DNA. Efeknya hanya merusak. Mustahil sekali mutasi menyebabkan
terbentuknya spesies baru.
Mereka berpendapat bahwa hewan darat berasal dari hewan laut
yang pindah ke darat.
Mustahil sekali hewan laut dapat pindah ke darat dan memulai
kehidupannya di darat. Mahluk hidup tidak dapat merubah dirinya menjadi
mahluk yang sama sekali berbeda, baik dari segi bentuk, berat dan sistem
tubuhnya yang hanya cocok untuk hidup di air, dari temperatur tubuhnya,
struktur ginjalnya, sistem pernafasannya serta cara hidupnya.
Mereka berpendapat bahwa burung berevolusi dari reptil.
Hal ini mustahil karena:
Sayap burung mustahil terbentuk dan berasal dari perubahan
sisik reptil.
Cara kerja paru-paru burung sama sekali berbeda dari cara
kerja paru-paru hewan darat.
Tulang burung lebih ringan dibanding tulang hewan darat.
Ini merupakan faktor penting bagi kemampuan terbang.
Sistem otot-tulang pada burung sama sekali berbeda dengan
sistem otot-tulang hewan darat.
Mereka berpendapat bahwa hewan mamalia berevolusi dari reptil.
Ini pun merupakan pernyataan yang tak berdasar. Tubuh reptil
diliputi oleh sisik, berdarah dingin dan berkembang biak dengan bertelur.
Sedangkan hewan mamalia berdarah panas, tubuhnya ditutupi oleh bulu dan
berkembang biak dengan melahirkan.
PERTANYAAN 99
Apa bukti lain yang menolak kebenaran evolusi?
Banyak sekali bukti rinci yang dapat kita gali, namun beberapa
di antara bukti yang penting adalah sebagai berikut:
Pertama sekali, sains moderen telah membuktikan secara meyakinkan
bahwa benda hidup tidak dapat timbul dari benda mati.
Sejauh ini, tidak ditemukan (tergali) satu bentuk fosil-antara
pun yang dapat mendukung pendapat kaum evolusionis bahwa mahluk-mahluk
hidup berevolusi dari nenek moyangnya. Meski telah jutaan fosil spesies
normal ditemukan, tak ada satupun di antaranya merupakan mahluk setengah-reptil
setengah-burung, atau mahluk setengah-ikan setengah-reptil, atau mahluk
setengah-kera setengah-manusia.
Protein sebagi elemen dasar mahluk hidup
tidak dapat berkembang secara kebetulan. Peluang terbentuknya protein
dari 500 asam amino secara kebetulan adalah satu dibanding 10 pangkat
950. Pendek kata, peluangnya sama dengan nol.
PERTANYAAN 100
Dapatkah teori evolusi menjelaskan munculnya kehidupan
di bumi ini?
Tidak, teori evolusi tidak mengajukan penjelasan apapun atas
timbulnya kehidupan di bumi ini.
Saat lapisan tanah dan catatan fosil diteliti, nampak bahwa
organisme hidup muncul secara tiba-tiba. Lapisan tertua tempat ditemukannya
fosil-fosil mahluk hidup adalah lapisan Kambrium, yang diperkirakan
berusia 520-530 juta tahun.
Fosil-fosil yang ditemukan dalam lapisan Kambrium terdiri
dari beragam spesies invertebrata (tak bertulang belakang) yang kompleks.
Yang paling menarik, seluruh susunan dengan ragam yang luas ini muncul
secara tiba-tiba tanpa nenek moyang pendahulu. Itulah sebabnya dalam literatur
geologi, peristiwa ajaib ini disebut sebagai Ledakan Kambrium.
Terbanjirinya bumi secara tiba-tiba oleh beragam spesies
yang jumlahnya sangat banyak ini, serta tanpa nenek moyang dan tanpa periode
evolusi, merupakan pertanyaan yang tak dapat dijawab oleh kaum evolusionis.
PERTANYAAN 101
Tipuan apa yang dilakukan kaum evolusionis untuk membohongi
publik?
Gambar-gambar manusia kera yang kita lihat di koran-koran,
majalah-majalah, atau film-film, semuanya merupakan lukisan imajinasi
buatan kaum evolusionis. Kadang dari sebuah gigi saja, kaum evolusionis
dapat merekayasa bentuk tubuh lainnya, meskipun tanpa keberadaan jejak
fosilnya. Misalnya membuat struktur hidung dan bibir, bentuk rambut, bentuk
alis mata dan lainnya hanya berdasarkan khayalan saja. Kemudian, membuat
ilustrasi mahluk setengah-manusia setengah-kera, bahkan lengkap dengan
gambaran yang memuat anggota keluarga dan lingkungan sosialnya. Mereka
berusaha menyesatkan publik dengan metode ini.
Kaum evolusionis juga tidak ragu membuat fosil-fosil palsu
untuk mewakili apa-apa yang tidak mereka temukan. Pemalsuan yang paling
termasyur adalah seperti berikut ini:
Manusia Piltdown: Dengan pemalsuan ini, Kaum evolusionis
membohongi dunia sains. Mereka memasangkan rahang orang utan yang baru
mati kepada tengkorak manusia yang berusia 500 tahun. Gigi-gigi baru ditambahkan
agar tengkorak tersebut mirip manusia. Sambungan-sambungannya diratakan
dengan mengikirnya, dan seluruh bagiannya dinodai dengan natrium bikromat
agar nampak tua.
Manusia Nebraska: Pada tahun 1922, kaum evolusionis menyatakan
bahwa fosil gigi geraham yang mereka gali memiliki baik karakteristik
manusia maupun kera. Riset ilmiah yang ekstensif dilakukan pada gigi yang
disebut manusia Nebraska ini. Berdasarkan sebuah gigi ini saja, digambarlah
rekonstruksi kepala dan tubuhnya. Lebih dari itu, manusia Nebraska ini
dilukis beserta istri dan anak-anak mereka. Namun pada tahun 1927, bagian
lain dari kerangka tubuhnya ditemukan. Dan telah dipastikan bahwa gigi
tersebut adalah gigi babi hutan.
PERTANYAAN 102
Adakah manusia primitive itu?
Apa yang disebut manusia primitif itu tidak pernah ada.
Sangat banyak bukti untuk itu. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
Fosil yang digali di wilayah Atapuerca, Spanyol, pada tahun
1995 telah meruntuhkan kisah evolusi manusia. Fosil tengkorak manusia
ini berusia 800.000 tahun, era dimana menurut kaum evolusionis mahluk
setengah-kera setengah-manusia berada. Pada kenyataannya, tengkorak ini
sama sekali tidak berbeda dengan manusia moderen. Artinya, tidak ada perbedaan
antara manusia 800.000 tahun yang lalu dengan manusia sekarang.
Dalam majalah New Scientist terbitan 14 Maret 1998 ada artikel
berjudul Manusia dahulu lebih pintar dari yang kita perkirakan....
Disebutkan di dalamnya bahwa pada 700 ribu tahun yang lalu, manusia yang
dinamai Homo Erektus telah pandai melaut. Manusia ini memiliki pengetahuan
dan teknologi yang memadai untuk membuat perahu, serta memiliki budaya
menggunakan transportasi laut. Hal demikian tidak dapat disebut sebagai
primitif.
Fosil jarum yang berusia 26 ribu tahun milik manusia
Nenderthal menunjukkan bahwa mereka memiliki pengetahuan mengenai pakaian
puluhribuan tahun yang lalu. Ini menyingkapkan bahwa manusia Nenderthal,
yang sengaja dilukis kaum evolusionis sebagai mahluk mirip kera, pada
kenyataannya tidak berbeda dari manusia moderen.
PERTANYAAN 103
Apakah pembentukan sistem-sistem kompleks pada mahluk
hidup dapat dijelaskan dengan konsep evolusi?
Tidak dapat. Sistem-sistem kompleks yang terdapat pada mahluk
hidup, seperti mata dan telinga, memiliki jumlah komponen yang banyak.
Sistem-sistem ini hanya dapat berfungsi jika seluruh komponennya utuh.
Contohnya, agar mata dapat melihat, semua komponen yang jumlahnya sekitar
40, harus utuh. Mata tidak akan dapat melihat jika salah satu kompenennya,
misalnya retinanya atau kelenjar air matanya tidak ada. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa seluruh bagian dari sistem harus tercipta secara serentak. Ini,
tentunya, membuktikan sekali lagi ketidakbenaran teori evolusi.
Jadi, apa artinya jika suatu struktur
kompleks terjadi dalam seketika? Tak diragukan lagi bahwa timbulnya komponen
yang banyak dalam waktu yang bersamaan di tempat yang sama hanya bisa
terjadi sebagai akibat penciptaan khusus yang disengaja.
PERTANYAAN 104
Mengapa kelompok tertentu terus mempertahankan teori
evolusi meskipun tidak memiliki kebenaran ilmiah?
Orang-orang yang menganggap sepi akan keberadaan Allah serta
enggan mengakui bahwa mereka harus bertanggungjawab kepadaNya, berusaha
mencari pembenaran atas posisi mereka. Mereka berusaha mencari berbagai
cara agar orang lain setuju terhadap pendapat mereka. Dengan menyatakan
bahwa segala sesuatu terjadi secara kebetulan, mereka berusaha agar orang
lain mengakui ketidakberadaan Sang Pencipta; dan karenanya, manusia tidak
perlu bertanggungjawab kepada siapapun.
Sekarang ini, teori evolusi berfungsi sebagai arus utama
bagi filosofi-filosofi kaum kafir. Itulah sebabnya, orang-orang yang bersikeras
menolak keberadaan Allah terus mempertahankan teori evolusi. Mereka mempertahankan
teori ini sebagai wadah ideologis dan filosofis, meskipun tidak memiliki
kebenaran ilmiah. Teori yang mereka sendiri kadang tidak peduli benar
tidaknya.
Mereka berkata: Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami
ketahui selain apa yang Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkau
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Surat Al-Baqarah: 32)
|