Wawancara Langsung Bersama Adnan Oktar di Adıyaman Asu Tv (13 Oktober 2010)
ADNAN OKTAR: Putus asa adalah hal yang sangat buruk, kita memahami bahwa ada beberapa saudara-saudara kita siswa Nur yang tidak menghargai kekuasaan Allah. Mereka percaya pada kekuatan freemasonry, mereka juga percaya pada kekuatan komunisme tetapi mereka merasa sulit untuk percaya pada kekuasaan Allah. Misalnya kita katakan: "Bisakah Freemason memerintah dunia?" Dia mengatakan "Mereka sudah menguasai dunia, jadi jika mereka menginginkan, mereka bisa mendapatkannya dalam sekejap." "Bagaimana dengan komunis?" Dia mengatakan "Mereka juga bisa." Dengan segera. Contoh lagi saya katakan "China, Bisakah mereka memegang peranan sendiri?" Dia mengatakan "Mereka bisa menguasai dunia dengan sangat mudah." Bagaimana dengan Amerika? Dia mengatakan "Mereka pun dapat juga." Ketika Anda bertanya "Bisakah dunia Islam mendominasi dunia?" Uni Islam Turki, katakanlah Persatuan Islam Turki. Dia mengatakan "Apakah Anda bermimpi? Ini tidak pernah bisa terjadi. Pendapat ini bertentangan dengan sunatullah. Hal ini bertentangan dengan sunnah efektif Allah." Saudaraku, sunnah Allah yang manakah? Dalam Al Qur'an, Allah mengungkapkan dalam Sunnah-Nya: "Aku menjadikan nabi Sulaiman (as) mendominasi dunia." Allah menunjukkan Sunnah-Nya, betul tidak? Apakah Allah mengatakan dalam Quran bahwa nilai-nilai moral Islam tidak pernah akan mendominasi dunia? Sangat banyak ayat yang mengatakan bahwa nilai-nilai moral Islam akan mendominasi dunia. Selain itu, Allah menunjukkan kepada kita banyak contoh. Hal ini terjadi pada masa Nabi Sulaiman (as), pada masa Nabi Zulkarnain(as). Hal ini juga terjadi pada sebagian masa zaman Nabi Yusuf (as) tetapi dalam skala besar. Periode zaman Nabi Yusuf (as) juga sangat penting. Karena dia adalah orang yang sangat pintar dan cerdas. Nabi Yusuf (as) juga sempat mendominasi daerahnya.
Oleh karena itu, patah semangat dan keputusasaan serta sifat pengecut yang ditekankan oleh Badiuzzaman telah melingkupi beberapa saudara siswa Nur kita. Sifat pengecut, mereka pengecut seperti kelinci. Sebagai contoh, ada yang melakukan sesuatu tindakan lalu tiba-tiba dia melarikan diri. Anda bertanya "di manakah kamu?" Dia mengatakan "Saya di bawah meja." Nah, Anda tidak mengetahui kejadian selebihnya, kita baru saja mulai, tidak ada apa-apa. Semisal, ada tukang pos di depan pintu. Dia mengatakan "Oh tidak, polisi datang. Biarkan aku pergi." Lantas kenapa takut jika polisi datang? Dia adalah saudara kita juga. Ia juga orang yang kita hormati, lantas jika kamu melakukan kejahatan, kamu jelaskan saja kenapa sih? Apakah kamu kehilangan nyalimu? Sebuah sikap pengecut luar biasa dan ketidak berdayaan yang luar biasa serta patah semangat. Badiuzzaman sangat banyak menekankan hal ini. Bagi yang berkata "Tidak. Nilai-nilai moral Islam tidak akan bisa mendominasi dunia ini. Tidak mungkin.. Tentu ini bertentangan dengan sunnah Allah." Mereka terindoktrinasi pendapat ini berkepanjangan. Akibatnya kelelahan, kemiskinan dan kelemahan mulai terjadi.
Artikel
Lanjutkan...
Artikel
Lanjutkan...
Artikel
Lanjutkan...Buku
Lanjutkan...Buku
Lanjutkan...Presentasi
Lanjutkan...