< <
2 / total: 10

Mengenali Masyarakat Jahiliah

Karakteristik paling utama dan merupakan sifat bawaan dari orang-orang jahiliah adalah bahwa mereka tidak punya keinginan untuk membangun kesadaran mengenai Allah. Dengan demikian, orang-orang yang dalam keadaan jahiliah ini dengan mudahnya menghindari perintah-perintah Allah, mereka mengembangkan prinsip-prinsip moral dan eara berpikirnya sendiri yang berlawanan dengan apa pun yang dibenarkan oleh al-Qur'an. Al-Qur'an, kitab suei terakhir, telah memberikan jawaban bagi semua pertanyaan yang mungkin timbul dalam benak manusia di sepanjang hidupnya. Dia memberikan penjelasan-penjelasan dan solusisolusi kunei yang diperlukan manusia dalam setiap aspek kehidupannya.

Meskipun telah ada al-Qur'an satu-satunya petunjuk jalan yang lurus bagi umat manusia orang-orang Jahiliah ini justru mengabaikan sumber kebijaksanaan yang sangat berharga ini dan kembali pada kemampuan berpikir mereka sendiri yang terbatas itu dalam menentukan bagaimana earanya agar hidup mereka jadi berguna. Menilik fakta tadi, sikap mental dari masyarakat yang seperti itu merupakan bukti yang kuat dari suatu kejahiliahan bila dibandingkan dengan sikap mental ideal yang digambarkan di dalam al-Qur'an. Pada seksi-seksi berikutnya dari buku ini, penelaahan yang lebih mendalam mengenai eara hidup yang disukai oleh masyarakat Jahiliah akan memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada kita akan tabiat keprimitifannya.

Meskipun begitu, sebelum melanjutkan mengenai eara hidup dan pemahaman moral dari masyarakat jahiliah, ada baiknya untuk mengenali eiri-eiri umumnya.

Di Setiap Zaman Ada Masyarakat Jahiliah

Sejak saat manusia dieiptakan, senantiasa sudah ada dua kelompok masyarakat yang berbeda: masyarakat jahiliah dan komunitas orang-orang beriman. Semua orang yang tidak mematuhi batas-batas yang ditetapkan oleh agama, adalah masyarakat jahiliah. Selain adanya ketidakeoeokan dalam masalah keimanan, pemikiran, dan eara-eara hidup, salah satu pemikiran yang melandasi kehidupan semua masyarakat jahiliah: tidak mengikuti agama yang benar. Orang-orang jahiliah ini, yang semata-mata hanya membatasi diri seeara kaku pada wawasan mereka atas kehidupan dunia ini, didefinisikan di dalam ayat berikut ini:

"Sesungguhnya orang-orang yang tidak berharap bertemu dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami."
(Q.s. Yunus: 7).

"Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari Kiamat)."
(Q.s. al-Insan: 27).

Bukanlah suatu hal yang salah untuk menikmati karunia-karunia yang ada di dunia ini. Allah telah meneiptakan karunia-karunia ini dan diberikan untuk melayani umat manusia. Akan tetapi, orang-orang jahiliah ini terjerumus dalam kekeliruan: mereka tidak pernah merasa puas atas apa yang mereka miliki dan selalu saja ingin mendapat lebih banyak lagi. AlQur 'an menyebut orang-orang ini telah tertipu oleh dunia. Yang lebih penting lagi, mereka tidak pernah merasa bersyukur kepada Peneipta mereka, satusatunya yang menganugerahkan karuniakarunia itu kepada mereka.

Inilah sebabnya mengapa di sepanjang sejarah, tanpa memandang perbedaan-perbedaan dalam gaya hidup, kekayaan, ras, warna kulit, dan bahasa mereka, semua masyarakat jahiliah ini telah memperlihatkan suatu kemiripan yang menakjubkan dari sudut pandang pemikiran dan mentalitas mendasar mereka. Baik komunitas itu adalah suatu suku paling primitif dalam sejarah ataupun peradaban paling tinggi sejak zaman dahulu, atau dalam sebuah masyarakat kontemporer, tujuan akhir dari semua masyarakat yang mempertahankan eksistensinya yang berakar di dalam kejahiliahan selalu saja satu dan sama: keuntungan duniawi.

Moralitas Jahiliah adalah Sebuah Sistem Kepercayaan yang Diwariskan dari Satu Generas ke Generas Berikutnya

Ciri lainnya dari masyarakat jahiliah adalah eara mereka dalam mendapatkan informasi mengenai kehidupan ini. Daripada merujuk ke kitab-kitab suei yang diturunkan oleh Sang Peneipta, orang-orang jahiliah ini justru mengumpulkan semua pengetahuan mereka yang berkenaan dengan kehidupan ini dari para nenek moyang atau leluhur mereka (orangtua, kakek-nenek, buyut, dan seterusnya). Para leluhur ini yang menjadi guruguru tetap bagi orang-orang jahiliah mengajarkan kepada generasi muda mereka agama jahiliah dan nilai-nilai moral yang digalakkannya, dan dengan demikian mempertahankan keberlangsungan agama primitif ini. Para guru ini pun sama saja, mereka pun dulunya diajari mengenai dasar-dasar agama yang rusak ini oleh generasi-generasi sebelumnya.

Anehnya, sistem yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya ini tidak pernah dipertanyakan. Setiap potong informasi diterima begitu saja sebagai sebuah fakta yang pasti. Semua nilai-nilai untuk melakukan pertimbangan, tentang hal baik dan buruk, semuanya langsung diteruskan kepada generasi berikutnya, siap pakai. Sikap demikian itu tentu saja tidak pernah mendorong generasi muda untuk mempertanyakan sistem ini atau untuk meneari tahu apakah sistem tadi memang dapat dijadikan pegangan.

Al-Qur'an memberi peringatan keras atas dukungan yang tanpa dipertanyakan terhadap sistem ini dan betapa masyarakat jahiliah me-malingkan wajah mereka dari petunjuk Allah bahkan dengan tanpa merasa perlu untuk merenungkannya lebih dahulu:

"Dan apabila dikatakan kepada mereka:

'lkutilah apa yang telah diturunkan Allah,' mereka menjawab: '(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami'." "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?"
(Q.s. al-Baqarah: 170).

Fakta bahwa Orang-orang Jahiliah Berjumlah Mayoritas Bukanlah Indikasi Bahwa Penalaran Mereka Dapat Dijadikan Pegangan

Al-Qur'an memberikan fakta lain tentang orang-orang jahiliah ini: mereka senantiasa merupakan mayoritas penduduk dibandingkan komunitas orang-orang beriman. al-Qur'an memberitahukan kepada kita bahwa orang-orang beriman senantiasa berjumlah minoritas:

"Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya".
(Q.s. Yusuf: 103).

"Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis."
(Q.s. an-Nisa': 46).

"Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan mempersekutukan-Nya (dengan yang lain)."
(Q.s. Yusuf: 106).

Tentu saja ini bukanlah suatu kebetulan akan tetapi adalah sebuah situasi istimewa yang memang sengaja dieiptakan oleh Allah untuk suatu maksud tertentu. Bahwa orang-orang beriman ini jumlahnya minoritas mem-buat perilaku utama mereka bahkan menjadi makin berharga lagi di dunia ini. Lagi pula, ini adalah sebuah faktor yang memperbesar pahala mereka di akhirat nanti. Dunia ini tentu saja mempunyai daya tarik sebagai suatu bagian yang esensial dari ujian Allah. Meskipun demikian, jika perhatian untuk akhirat begitu kuat di dalam benak seseorang dan, konsekuensinya, pada perbuatan-perbuatannya, maka orang itu pasti akan lebih unggul dibandingkan mayoritas yang tertipu oleh daya tarik benda-benda duniawi.

Disamping itu, ini merupakan hal yang penting untuk menguji orang-orang yang tidak beriman. Mayoritas orang biasanya mengikuti hal-hal yang umum dilakukan oleh masyarakat. Mereka menerima begitu saja bahwa perilaku umum yang berlaku di tengah masyarakat sebagai suatu hal yang benar. Pemikiran yang sama lebih jauh lagi menganggap bahwa mayoritas mewakili kebenaran absolut sedangkan posisi yang diambil oleh pihak yang minoritas akan disikapi dengan keragu-raguan dan kehati-hatian. Singkatnya, maksud kami adalah: ketika diseru ke jalan yang benar, oleh petunjuk dari Allah, orang-orang jahiliah tidak mau mengikuti seruan ini dengan dalih yang lemah bahwa seruan tersebut tidak sesuai dengan tatanan sosial yang berlaku. Padahal, pengakuan dari orang banyak sama sekali tidak dapat dijadikan argumen untuk suatu kebenaran.

Kriteria sosial ini tentu saja hanyalah sekadar penilaian yang tidak benar dari pemahaman yang dangkal tadi. Orang-orang jahiliah menjadi mayoritas di tengah-tengah komunitas itu semata-mata karena mereka semua telah berpaling dalam kekufuran seeara total dari Peneipta mereka, yaitu dengan lebih memilih kehidupan dunia ini daripada akhirat nanti. Tentu saja barangsiapa yang berperilaku seperti ini sebenarnya mereka hanya menipu diri mereka sendiri.

Di dalam al-Qur'an Allah memberi tahu kepada kita alasan-alasan mengapa orang-orang jahiliah ini merupakan kelompok mayoritas di tengah-tengah masyarakat dan memperingatkan kepada orang-orang beriman agar tidak menjadikan kriteria ini untuk diri mereka:

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niseaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).

"Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih tahu tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih tahu tentang orang-orang yang mendapat petunjuk."
(Q.s. al-An'am:117).

"Dan sebagian besar dari mereka hanya mengikuti prasangka. Sesungguhnya prasangka itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan."
(Q.s. Yunus: 36).

Sikap yang diambil oleh orang-orang beriman dalam meneari kebenaran dijelaskan di dalam al-Qur'an:

"Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa taat, maka mereka itu benarbenar telah memilih jalan yang lurus."
(Q.s. al-Jin: 14).

Sepanjang Sejarah, Orang-orang Jahiliah Senantiasa Telah Diber Peringatan

"Barangsiapa berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya

sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seseorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul."
(Q.s. al-Isra': 15).

"Dan Tuhanmu tidak akan menghancurkan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kotakota; kecuali penduduknya melakukan kezaliman."
(Q.s. al-Qashash: 59).

Ayat-ayat di atas menunjukkan satu fakta: telah diutus seorang rasul kepada tiap masyarakat jahiliah untuk menyampaikan risalah Allah. Oleh karena rahmat-Nya yang tidak terbatas, Allah tidak menghukum suatu kaum yang belum sampai kepada mereka risalah dari-Nya. Lewat para rasul-Nya, Allah memberitahukan kepada manusia bahwa tidak ada tuhan selain Dia dan mengingatkan kepada mereka akan Hari Pengadilan.

"Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): 'Beribadahlah kepada Allah, sekalikali tidak ada tuhan selain Dia. Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?'."
(Q.s. al-Mu'minun: 32).

Hal lain yang perlu disebut di sini: orang-orang jahiliah memang sengaja berkeras dalam mempertahankan eara berpikir mereka yang primitif. Mereka memperlihatkan kegigihan yang tidak masuk akal dalam ketaatannya mengikuti agama jahiliah, meskipun para rasul telah memberikan penjelasan-penjelasan yang jelas kepada mereka akan adanya Allah dan akhirat. Dalam ayat lain dieeritakan bagaimana sikap yang umumnya ditunjukkan oleh tokoh-tokoh dari masyarakat jahiliah terhadap risalah Ilahi:

"Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam satu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, 'Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejakjejak mereka'."
(Q.s. az-Zukhruf: 23 ).

Mereka Habiskan Hidup Mereka dalam Kesulitan dan Penderitaan yang Berat

Orang-orang jahiliah meneurahkan segenap harapan dan mimpi-mimpi mereka untuk dunia ini saja dan melupakan akhirat. Walaupun demikian, keeintaan mereka pada kehidupan di dunia ini kerap kali mengarah pada ambisi yang tidak terkendali. Kesuksesan dan kekayaan hanya membangkitkan ambisi dan kerakusan yang lebih besar lagi dan bukannya menimbulkan ketentraman dalam pikiran. Bagaimanapun, ambisi seperti itu merugikan bagi kesehatan fisik manusia. Ambisi-ambisi juga membuatnya kehilangan nilai-nilai moral. Kepentingan-kepentingan pribadi pada akhirnya membuat dirinya terisolasi. Meskipun berada di tengah-tengah orang banyak, orang-orang jahiliah merasa dirinya sendirian dan tidak aman, tidak pernah mendapatkan kawan-kawan sejati. Faktor-faktor ini beserta kesulitan-kesulitan lainnya (akan dikaji pada seksi-seksi berikutnya) menjadi sebab utama kekeeewaan. Dalam kondisi ini, hidup ini berubah menjadi beban daripada sumber kebahagiaan dan kesenangan.

Inilah sesungguhnya yang menimpa orang-orang jahiliah sebagai hasil dari pilihan mereka sendiri. Meskipun demikian, lepas dari apa yang menimpa mereka, mereka tidak menyadari apa yang sedang terjadi dalam hidup mereka. Sebagian besar dari mereka hanya menyadarinya setelah menghabiskan seluruh hidupnya yang dieurahkan untuk kesenangan-kesenangan duniawi, pada waktu mereka merasa ajal sudah tiba. Malang bagi mereka, bagaimanapun, ini sudah sangat terlambat. Sekalipun demikian, kesedihan ini tidak berakhir sampai di sini. Allah memberi tahu kepada kita bahwa bukan hanya di dunia ini saja mereka merugi. Karena ketaatannya pada pemikiran yang primitif ini, orang-orang tadi akan menemui akhir yang menyedihkan di akhirat nanti.

"Sungguh benar-benar rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: 'Alangkah besarnya penyesalan kami atas kelalaian kami tentang Kiamat itu!', sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. lngatlah, amat buruk apa yang mereka pikul itu."
(Q.s. al-An'am: 31).

Di sisi lain, orang-orang beriman yang menghabiskan hidup mereka di jalan Allah akan dikaruniai kehidupan yang indah baik di dunia ini maupun di akhirat nanti:

"Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan."
(Q.s. Al Imran: 148).

"Katakanlah: 'Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?' Katakanlah: 'Semua itu (disediakan) untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari Kiamat.' Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui."
(Q.s. al-A'raf: 32).

Ayat ini dimulai dengan:

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka bertakwa.
Mereka mendapatkan berita gembira di dalam kehidupan dunia dan dalam (kehidupan) akhirat.
Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar."
(Q.s. Yunus: 63-64).

Mengapa Mereka Lebih Menyuka Kehidupan Primitif?

• Karena Mereka Mengira Segalanya Terbatas pada Kehidupan lni Saja

Salah satu karakteristik jahiliah yang diwariskan adalah eara berpikir mereka, yang membatasi keberadaan mereka hanya di dunia ini saja. Ini punya satu makna: menerima dunia yang fana ini sebagai hakikat, dan oleh karenanya tidak menyiapkan diri untuk akhirat ... konsekuensinya, sikap seperti ini membuat kita yakin bahwa orang-orang ini tidak punya iman, atau imannya agak kurang, terhadap akhirat. Puas dengan suatu kehidupan dimana pada akhirnya akan berakhir dengan kematian, orang-orang jahiliah ini berjuang untuk berpegang kuat-kuat pada kehidupan duniawi. Mentalitas orang-orang ini dinyatakan di dalam al-Qur'an dengan kata-kata yang keluar dari mulut mereka sendiri:

"Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan
sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi."
(Q.s. al-Mu'minun: 37).

Mereka yang punya keyakinan seperti itu tidak memperhatikan batas-batas yang ditetapkan oleh Allah, dan dengan demikian tidak memperlihatkan ketaatan kepada perintahperintah-Nya. Pemahaman seperti itu didasari oleh hasrat untuk menjadi lebih unggul semata-mata hanya di dunia ini saja, dengan melupakan akhirat.

Dalam hal ini, ada satu kesalahan mendasar yang dibuat oleh orang-orang ini: mereka lebih suka eara hidup seperti itu dengan alasan untuk mendapat lebih banyak lagi dalam kehidupan ini. Walaupun demikian, konsekuensi-konsekuensinya terbukti sebaliknya. Bukan saja tidak mendapatkan manfaatmanfaat materi dan spiritual, mereka sulit mendapatkan kesenangan dari keuntungankeuntungan duniawi.

Hal ini semata-mata karena akibat dari ketidaksensitifan mereka akan kebutuhan untuk menyibukkan diri dengan mengingat Allah Allah meneabut kembali karuniakarunia-Nya dari mereka atau memasukkan rasa takut yang tiada berkesudahan di dalam hati mereka akan kehilangan karunia-karunia tadi. Ini jelas merupakan situasi yang menyusahkan karena mereka tidak pernah dapat menghilangkan keeemasan mereka tentang

masa depan. Pikiran tentang hal ini menyibukkan setiap saat di dalam kehidupannya.

Satu-satunya eara untuk memetik manfaat dari karunia-karunia yang ada di dunia ini adalah dengan pemahaman yang mendalam mengenai fakta bahwa karunia-karunia tadi merupakan anugerah dari Allah. Barangsiapa yang memahami hal ini pasti tahu bahwa karunia-karunia ini sifatnya hanya sementara saja dan sangat keeil bila dibandingkan dengan karunia-karunia di akhirat kelak.

Di sini timbullah sebuah pertanyaan penting: "Tidakkah mereka merasa frustrasi dan akhirnya memahami misteri kehidupan ini?" Atau, "Begitu mereka paham bahwa mereka tidak dapat bersenang-senang di dunia ini, mengapa mereka masih saja mempertahankan mentalitas ini?" Jawaban yang diberikan oleh al-Qur'an atas pertanyaan-pertanyaan ini dinyatakan dengan terang:

"Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir."
(Q.s. an-Nahl: 107).

"Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)."
(Q.s. ar-Ra'd: 26).

Ayat-ayat ini mengungkapkan alasan di balik eara berpikir primitif yang berlaku di tengah-tengah masyarakat jahiliah: einta dunia dan lupa akan akhirat. Berlawanan dengan keyakinan ini; bagaimanapun, kehidupan ini hanyalah sebuah skenario yang didisain untuk menguji manusia. Kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan yang akan dimulai begitu seseorang menghembuskan nafas terakhirnya. Kenyataan tersebut diterangkan oleh ayat di bawah ini:

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."
(Q.s. al-'Ankabut: 64).

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. ltulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga)."
(Q.s. Al Imran: 14).

Di dalam ayat-ayat ini Allah menggambarkan godaan-godaan yang khas yang membuat manusia begitu tergila-gila padanya, misalnya uang dan kemilikan. Namun kekayaan materi tidak membawa kedamaian dan kepuasan. Upaya-upaya untuk mendapatkan einta sejati dan penghargaan seringkali terbukti sia-sia. Persahabatan sejati juga tetap dieari dengan susah payah namun tidak pernah ditemukan di kalangan masyarakat jahiliah. Semua hal itu tidak dapat diraih karena einta, penghargaan, dan persahabatan hanya bisa diraih tatkala seseorang punya perilaku yang bertanggung jawab terhadap Peneiptanya, yaitu dengan eara berusaha meneapai kesempurnaan akhlak. Seorang yang beriman dan berakhlak mulia akan meninggalkan sebuah kesan yang positif pada orang-orang lain dan membangun ikatan kepereayaan; inilah sebenarnya dasar einta dan penghargaan sejati. Seseorang yang kehilangan nilai-nilai moral ini bisa saja dengan eepat menumpuk kekayaan, punya vila paling mewah di dunia, atau bepergian ke tempat-tempat liburan paling menyenangkan di dunia ini. Singkatnya, dia bisa saja memperturutkan nafsunya untuk setiap kesenangan yang dapat diperoleh dengan uang. Namun kekayaan materi seperti itu tidak pernah mendatangkan kedamaian di dalam pikiran dan perasaan aman yang diperlukannya. Apa saja yang telah dieapainya tidak pernah dapat memuaskan nafsu besarnya dan membuatnya bahagia. Sekalipun sudah punya segala hal yang diperlukannya, dia masih saja menearieari alasan untuk mengeluh.

Ambisi tidak dapat dielakkan lagi merupakan sumber kerusakan moral yang parah. Desakan untuk mendapatkan uang mendorong orang untuk menipu, berbohong, mementingkan diri sendiri, melakukan praktikpraktik yang zalim, dan perilaku-perilaku menyimpang lainnya, yang menyebabkannya menjadi gusar dan merasakan ketegangan dan kegelisahan.

Di dalam al-Qur'an, alasan lain bagi masyarakat jahiliah untuk bersikukuh dengan pemahamannya yang dangkal ini dinyatakan karena gemar berbangga-bangga:

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbanggabanggaan tentang banyaknya harta dan anak."
(Q.s. al-Had d: 20).

Isu apa pun yang berkaitan dengan kehidupan dunia ini dapat dijadikan bahan untuk berbangga-bangga. Orang-orang begitu suka untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain sehingga hidup mereka ini pun menjadi sebuah penearian untuk bisa memperoleh halhal yang dapat dibangga-banggakan. Pendidikan yang baik, punya status yang terhormat di tengah masyarakat, menikah dengan seseorang yang berasal dari kalangan keluarga yang terkemuka, atau bahkan memiliki anakanak, bagi orang-orang jahiliah merupakan hal-hal penting yang di antaranya bisa dijadikan bahan untuk berbangga-bangga. Keeakapan atau keeerdasan anak, sekolah-sekolah yang dimasukinya, itu semua bisa dijadikan bahan untuk berbangga-bangga. Kehidupan yang hanya terbatas 60 atau 70 tahun ini pun dihabiskan dalam rangka memenuhi ambisi seseorang akan kekayaan, kesuksesan, atau apa pun bentuk kemakmuran. Dengan mempertimbangkan bahwa alasan utama dari hasrat ini adalah untuk pamer kepada orang lain yang juga lemah dan akan mati sebagaimana orang-orang lainnya, adalah suatu hal yang mesti dipikirkan. Setelah itu, seseorang hendaknya janganlah mengambil risiko kehilangan kehidupan yang kekal abadi hanya demi meneari kesan yang baik di mata orang lain di dunia ini.

• Karena Mereka Lebih Suka Berupaya Keras Menuruti Hasrat Kesia-siaan Mereka Sendiri daripada Mesti Bersikap Bijak

Jika ada satu hal yang perlu diingat mengenai alasan-alasan untuk mengejar sebuah kehidupan yang primitif manakala semua yang lainnya dilupakan, maka hal itu tentunya adalah keeenderungan dari orang-orang jahiliah untuk mengikuti hawa nafsu mereka sendiri.

Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia dengan dua hal, keduanya memiliki tabiat yang saling bertentangan. Salah satu ilham ini membisikkan kepada jiwa suatu kesadaran mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Jika seseorang mendengarkan suara dari petunjuk Ilahi ini, yang ada dalam kesadarannya, dia tidak akan menyimpang dari jalan yang benar dan akan tetap bersikap bijak dan berpandangan jernih. Bisikan lainnya, berlawanan dengan itu, mengajak kepada seseorang untuk menuruti sisi negatif dari jiwanya. Kedua suara ini sebenarnya adalah nurani dan nafsu (an-nafs). Fakta ini dinyatakan di dalam al-Qur'an:

"(Demi) diri dan penyempurnaan (ciptaan)nya. Maka Allah memberi ilham kepada diri itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikan-nya. Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
(Q.s. asy-Syams: 7 10).

Dalam suatu upaya yang dieurahkan untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan masyarakat jahiliah dari setiap aspeknya, perbedaan antara nurani dan nafsu perlu disebutkan seeara khusus. Karena alasan utama seseorang menjadi jahil adalah keeenderungannya dalam bertingkah laku dan mengejar hawa nafsunya dan dia sama sekali mengabaikan bisikan yang mengajaknya kepada petunjuk Ilahiah.

Bertentangan dengan harapan-harapan yang tinggi, suatu kehidupan yang ditandai dengan kegemaran untuk mengejar keuntungan duniawi seeara spiritual tidak ada gunanya.

 

2 / total 10
Anda dapat membaca buku Harun Yahya Kedangkalan Pemahaman Orang-orang Kafir secara online, berbagi pada jaringan sosial seperti Facebook dan Twitter, download di komputer Anda, menggunakannya untuk pekerjaan rumah Anda dan tesis, dan mempublikasikan, menyalin atau memperbanyak pada website atau blog Anda sendiri tanpa perlu membayar biaya hak cipta apapun, selama Anda mengakui situs ini sebagai referensi.
Presentasi| tentang situs ini | Buat homepage Anda | tambahkan ke favorit | RSS Feed
Semua materi dapat dikopi,dicetak, dan didistribusikan berdasarkan situs ini
(c) All publication rights of the personal photos of Mr. Adnan Oktar that are present in our website and in all other Harun Yahya works belong to Global Publication Ltd. Co. They cannot be used or published without prior consent even if used partially.
© 1994 Harun Yahya. www.harunyahya.com
page_top
iddialaracevap.com adnanoktarhaber.com adnanoktarhukuk.com adnanoktargercekleri.net
ARKADAŞIMIZ EMRE BUKAĞILI'NIN SN. FAZIL SAYIN AÇIKLAMALARINA CEVABI
SÜLEYMAN ÖZIŞIK KARDEŞİMİZİN DE CEMAATLERİN MİLLETİMİZ İÇİN DEĞERİNİ ÇOK...
ADNAN OKTAR OLMASAYDI...
SAYIN ERGUN YILDIRIM’IN “YENİ MEHDİLER” BAŞLIKLI KÖŞE YAZISINA...
NORMAL VE LEGAL BİR YAŞAMDAN YAPAY SUÇLAR ÜRETİLEREK "HAYALİ BİR SUÇ...
SAYIN ADNAN OKTAR’IN TUTUKLANMASININ ARDINDAN...
CÜBBELİ AHMET HOCAMIZ MÜSLÜMANLARA ATILAN İFTİRALARA İTİBAR ETMEMELİDİR
ODATV GENEL YAYIN YÖNETMENİ SN. BARIŞ PEHLİVAN'A AÇIK MEKTUP
KOMPLOCULAR, KORKUTARAK "SÖZDE" İTİRAFÇI YAPTIKLARI ARKADAŞLARIMIZ...
CUMHURİYET GAZETESİNE AÇIK MEKTUP
GENİŞ HAYAL GÜCÜ İLE KURGULANAN DAVA DOSYASI
MODERNLİK İSLAM’IN GELİŞİP YAYILMASINDA EN ETKİLİ YÖNTEMDİR
SN. ENVER AYSEVER’İN PROGRAMINDA GÜNDEME GELEN İTHAMLARIN CEVAPLARI
SN. ADNAN OKTAR: "ALLAH'IN VERECEĞİ KARARI TALEP EDİYORUM"
MİNE KIRIKKANAT GİBİ AYDIN VE DEMOKRAT BİR HANIMA HUKUKUN TEMEL İLKELERİNE...
Adnan Oktar: "Allah’ın vereceği kararı talep ediyorum."
Adnan Oktar: "Allah’ın vereceği kararı talep ediyorum."
YENİ AKİT GAZETESİ VE ODA TV’DE YER ALAN “UYAP’TAN SANIĞIN ADI SİLİNDİ”...
SAYIN BİRCAN BALİ'YE CEVAP
SAYIN AVUKAT CELAL ÜLGEN'E AÇIK MEKTUP
SAYIN ALİ İHSAN KARAHASANOĞLU'NA CEVAP
SAYIN ADNAN OKTAR VE CAMİAMIZA YÖNELİK MANEVİ LİNÇ
SN. DOĞU PERİNÇEK VE SN. PROF. DR. ALİ DEMİRSOY'UN ÖNEMLİ OLDUĞUNU...
SAYIN PROF. DR. NURAN YILDIZ'A AÇIK MEKTUP
SN. ADNAN OKTAR VE ARKADAŞLARININ İSRAİL VE MUSEVİLERLE OLAN...
CAMİAMIZA YÖNELİK "YURTDIŞI LOBİ FAALİYETLERİ" İSNADI İLE İLGİLİ...
FETÖ'YE KARŞI EN GÜÇLÜ ELEŞTİRİLERİ SN. ADNAN OKTAR YAPMIŞTIR
DELİL VE ŞAHİT OLMADAN SUÇSUZ İNSANLARI CEZALANDIRMAK KUR’AN’A UYGUN...
ARKADAŞLARIMIZ MUAZZEZ VE YILDIZ ARIK’IN DURUŞMADAKİ GERÇEK DIŞI...
İNSANLARA NEREDE VE KİMLERLE YAŞAYACAKLARINA DAİR BASKI VE DAYATMADA...
ARKADAŞIMIZ BERİL KONCAGÜL’ÜN DURUŞMADAKİ GERÇEK DIŞI İDDİALARINA...
KANAL D'NİN UYDURMA HABERİ
MERVE BOZYİĞİT'İN DURUŞMADAKİ AÇIKLAMALARI KUMPASI GÖZLER ÖNÜNE SERDİ !!!
ARKADAŞLARIMIZ ALTUĞ ETİ, BURAK ABACI VE CEYHUN GÖKDOĞAN'IN...
KUMPASÇILARIN ARKADAŞLARIMIZA BASKI VE TEHDİTLE DAYATTIĞI GERÇEK DIŞI...
"NORMAL HAYATIN SUÇMUŞ GİBİ GÖSTERİLMESİ" ANORMALLİĞİ
ARKADAŞIMIZ ÇAĞLA ÇELENLİOĞLU'NUN DURUŞMADAKİ İDDİALARINA CEVABIMIZ
YENİ ŞAFAK VE GÜNEŞ GAZETELERİNDEKİ GERÇEK DIŞI İDDİALARA CEVAP
SAVUNMA HAKKIMIZ NASIL ENGELLENDİ?
ARKADAŞIMIZ ECE KOÇ'UN DURUŞMADAKİ İDDİALARINA CEVABIMIZ
ARKADAŞLARIMIZ MUSTAFA ARULAR VE EMRE TEKER'İN DURUŞMALARINDAKİ...
ARKADAŞIMIZ AYÇA PARS'IN DURUŞMADAKİ İDDİALARINA CEVABIMIZ
KAMU VİCDANI YALANI
DEVLETİMİZİN VERDİĞİ SİLAH RUHSATLARI CAMİAMIZA DUYDUĞU GÜVENİN AÇIK BİR...
ASIL HEDEF İSLAM ALEMİ, TÜRKİYE, SAYIN ERDOĞAN VE AK PARTİ HÜKÜMETİ
GERÇEK MODERNLİK İSLAM DİNİNDEDİR
TV PROGRAMLARINDA SEVGİ DİLİ ESAS ALINMALIDIR
"Allah'tan tahliyemizi istirham ediyorum"
AKİT GRUBUNA AÇIK MEKTUP
"....Allahvar.com sitesi kapatıldı, düşmanım bu siteyi yapmış olsa...
GARDIROP YALANI
SAYIN DOĞU PERİNÇEK'E AÇIK MEKTUP
'CRACKED.COM' SİTESİNDEKİ İDDİALARA CEVAP
1999 KAN KAMPANYASI TAMAMEN MEŞRU VE LEGAL BİR ORGANİZASYONDUR
HAKİM VE SAVCILARIMIZ YALNIZCA KANUN, HUKUK VE VİCDANI ESAS ALMALIDIR
HARUN YAHYA KÜLLİYATININ İMHASI ÇOK VAHİM VE TARİHİ BİR HATA OLUR
DİYANET İŞLERİ BAŞKANLIĞI RAPORUNA CEVAP
İLERİ DERECEDE MODERN GÖRÜNÜM VE DEKOLTE GİYİM TARZININ NEDENLERİ
"Adnan Bey’in çevresindeki her insan hayat dolu, mutlu, cıvıl cıvıl.”
SUÇSUZ BİR GENÇ KIZ DAHA HUKUKSUZ OLARAK TUTUKLANDI
SÖZDE İTİRAFÇI VEYA MÜŞTEKİ OLMAYA ZORLANMIŞ KARDEŞLERİMİZE ACİL KURTULUŞ...
YENİ BİR SAFSATA DAHA
"Müslümanlar Kardeştir..."
"Biz silahlı suç örgütü değiliz"
MEHDİYETİ GÜNDEME GETİRMEK LİNÇ KONUSU OLMAMALI
"Zorla alıkonma, İzole bir hayat yaşama iddialarını asla kabul etiyorum"
"Adnan Bey bizi çok sever, hep onore eder"
MEDYANIN ZORAKİ "BENZERLİK KURMA" TAKTİĞİ
"Ortada silahlı suç örgütü değil sadece birbirini çok seven arkadaş...
AYÇA PARS CANIMIZ GİBİ SEVDİĞİMİZ, MELEK HUYLU, MÜMİNE KARDEŞİMİZDİR
ÇOK DEĞERLİ BİR SİYASİ BÜYÜĞÜMÜZE AÇIK MEKTUP
"ALIKONMA" SAFSATASI
KUMPASÇILARIN KORKUTARAK İFTİRACI DEVŞİRME YÖNTEMLERİ
BERİL KONCAGÜL TEHDİT ALTINDADIR, CAMİAMIZA İFTİRAYA ZORLANMAKTADIR!
TAHLİYE OLAN ARKADAŞLARIMIZ HİÇ KİMSE İÇİN HİÇBİR ZAMAN BİR BASKI UNSURU...
AV. CELAL ÜLGEN ADİL VE DÜRÜST OLMALI
AKİT TV SUNUCUSU CANER KARAER HAKKINDA ÖNEMLİ BİLGİLENDİRME
MASUM İNSANLARIN TAHLİYESİ TAMER KORKMAZ'I DA SEVİNDİRMELİDİR
"Adnan Bey için ailelerimizle arasının iyi olmadığına dair iftiralar...
"Türkiye ve İslam Dünyasını zayıflatmak istiyorlar.."
"Adnan Bey`den ASLA ŞİDDET VE BASKI GÖRMEDİM..."
"Allah rızası için 40 yıldır Türk-İslam Birliği için çabalıyoruz"
"...En ufak bir suça dahi şahit olmadım..."
"Hakkımızda çok fazla SAHTE DELİLLER ÜRETTİLER..."
"Biz FETÖNÜN ANTİSİYİZ...."
“Bu dava sürecinde.... sözde dijital delillerin ibraz edilmemesi gibi pek...
"Zaten biz birbirimizi bu kadar çok sevdiğimiz için buradayız..."
"Biz bir arkadaş grubuyuz..."
"...Biz Vakıf faaliyetlerimiz ile her zaman Devletimizin yanında olduk"
"Biz kimseyle ilgili karalama faaliyeti yapmadık..."
"...Sözde tecavüz için mi buradaki arkadaşlarımla biraraya geleceğim?!"
"...Faaliyetlerimiz herkese hitap ediyor ..."
"Bizim amacımız şatafat içinde yaşamak değil, hiç kimsenin hitap edemediği...
"İnancım gereği ben insanlara yardım ederim"
"Ne yapsa "zorla" diyorlar. Zorla Gülümsüyor, Zorla, Zorla olur mu?"
"Bizim bir arada olma amacımız örgüt kurmak değil. ilmi mücadele...
"Biz birbirimizi Allah için seven.. arkadaşlarız"
"Polisler geldi, hangi eve operasyon yapacağız derlerken, balkona çıkıp...
"Biz örgüt değiliz"
"Devletimizi desteklediğimiz çok hayırlı faaliyetlerimiz var, Bunlar...
"Biz Allah`tan Razıyız Allah da Bizlerden Razı olur inşaAllah"
"İddia edildiği gibi katı bir ortam olsa 40-50 yıl niye kalalım?"
"Neden cömertsin?" diye soruyorlar
"İngiliz Derin Devleti bunu duyunca çıldırdı..."
"Biz Milli değerler etrafında birleşmiş bir sivil toplum kuruluşuyuz"
"Bir imza atıp dışarı çıkmayı ben de bilirim. Ama iftira büyük suçtur."
"Ben varlıklı bir aileden geliyorum, Saat koleksiyonum var"
"Silahlı suç örgütü iddiası tamamen asılsızdır, yalandır, iftiradır."
"Bizim yaptığımız tek şey Allah'ın yaratışını anlatmaktır."
"Almanya'da İslamofobi var, İslam düşmanları var..."
Bir örgüt olsak devlet bizimle faaliyette bulunur mu?
DAVAMIZ METAFİZİKTİR – 1. BÖLÜM
DAVAMIZ METAFİZİKTİR – 2. BÖLÜM
MAHKEME SÜRECİNDE SİLİVRİ CEZAEVİNDE YAŞANAN EZİYET VE ZULÜMLER
"Ben Sayın Adnan Oktar `dan hiçbir zaman Şiddet, Eziyet, Baskı görmedim."
DAVA DOSYASINDAKİ CİNSELLİK KONULU İDDİALAR TÜMÜYLE GEÇERSİZDİR
DURUŞMALARIN İLK HAFTASI
"İNFAK" SUÇ DEĞİL, KURAN'IN FARZ KILDIĞI BİR İBADETTİR
GERÇEK TURNİKE SİSTEMİ GENELEVLERDE
Adnan Oktar davasının ilk duruşması bugün yapıldı.
AVK. UĞUR POYRAZ: "MEDYADA FIRTINA ESTİRİLEREK KAMUOYU ŞARTLANDIRILDI,...
Adnan Oktar'ın itirafçılığa zorlanan arkadaşlarına sosyal medyadan destek...
Adnan Oktar suç örgütü değildir açıklaması.
Adnan Oktar'ın cezaevinden Odatv'ye yazdığı mektubu
Adnan Oktar'dan Cumhurbaşkanı Sayın Recep Tayyip Erdoğan'a mektup
Casuslukla suçlanmışlardı, milli çıktılar.
TBAV çevresinden "Bizler suç örgütü değiliz,kardeşiz" açıklaması
Bu sitelerin ne zararı var!
Adnan Oktar ve arkadaşları 15 Temmuz'da ne yaptılar?
Sibel Yılmaztürk'ün cezaevinden mektubu
İğrenç ve münasebsiz iftiraya ağabey Kenan Oktar'dan açıklama geldi.
Adnan Oktar ve arkadaşlarına Emniyet Müdürlüğü önünde destek ve açıklama...
Adnan Oktar hakkında yapılan sokak röportajında vatandaşların görüşü
Karar gazetesi yazarı Yıldıray Oğur'dan Adnan Oktar operasyonu...
Cumhurbaşkanı Sayın Recep Tayyip Erdoğan'dan Adnan Oktar ile ilgili...
Ahmet Hakan'nın Ceylan Özgül şüphesi.
HarunYahya eserlerinin engellenmesi, yaratılış inancının etkisini kırmayı...
Kedicikler 50bin liraya itirafçı oldu.
Adnan Oktar ve arkadaşlarına yönelik operasyonda silahlar ruhsatlı ve...
FETÖ'cü savcının davayı kapattığı haberi asılsız çıktı.
Adnan Oktar ve arkadaşlarının davasında mali suç yok...
Cemaat ve Vakıfları tedirgin eden haksız operasyon: Adnan Oktar operasyonu...
Tutukluluk süreleri baskı ve zorluk ile işkenceye dönüşüyor.
Adnan Oktar’ın Cezaevi Fotoğrafları Ortaya Çıktı!
"Milyar tane evladım olsa, milyarını ve kendi canımı Adnan Oktar'a feda...
Adnan Oktar davasında baskı ve zorla itirafçılık konusu tartışıldı.
Adnan Oktar ve arkadaşlarının davasında iftiracılık müessesesine dikkat...
Adnan Oktar davasında hukuki açıklama
Adnan Oktar ve Arkadaşlarının Masak Raporlarında Komik rakamlar
Adnan Oktar ve Arkadaşlarının tutukluluk süresi hukuku zedeledi.
Adnan Oktar'ın Museviler ile görüşmesi...
Adnan Oktar ve arkadaşlarına yönelik suçlamalara cevap verilen web sitesi...
Adnan Oktar ve arkadaşlarına karşı İngiliz Derin Devleti hareketi!
Adnan Oktar iddianamesinde yer alan şikayetçi ve mağdurlar baskı altında...
Adnan Oktar iddianamesi hazırlandı.
SAYIN NEDİM ŞENER'E AÇIK MEKTUP
Adnan Oktar ve Nazarbayev gerçeği!
En kolay isnat edilen suç cinsel suçlar Adnan Oktar ve Arkadaşlarına...
Adnan Oktar kaçmamış!
BİR KISIM MEDYA KURULUŞLARINA ÇAĞRI !!!
FİŞLEME SAFSATASI
İSA TATLICAN: BİR HUSUMETLİ PORTRESİ
MÜMİNLERİN YARDIMLAŞMASI VE DAYANIŞMASI ALLAH'IN EMRİDİR
SİLİVRİ CEZAEVİNDE YAŞANAN İNSAN HAKLARI İHLALLERİ
GÜLÜNÇ VE ASILSIZ "KAÇIŞ" YALANI
ABDURRAHMAN DİLİPAK BİLMELİDİR Kİ KURAN’A GÖRE, ZİNA İFTİRASI ATANIN...
YALANLAR BİTMİYOR
SAÇ MODELİ ÜZERİNDEN KARA PROPAGANDA
TAHLİYE EDİLENLERE LİNÇ KAMPANYASI ÇOK YANLIŞ
MEDYA MASALLARI ASPARAGAS ÇIKMAYA DEVAM EDİYOR
Adnan Oktar ve Arkadaşlarının ilk duruşma tarihi belli oldu.
AKİT TV VE YENİ AKİT GAZETESİNE ÖNEMLİ NASİHAT
YAŞAR OKUYAN AĞABEYİMİZE AÇIK MEKTUP
KARA PARA AKLAMA İDDİALARINA CEVAP
Adnan Oktar ve FETÖ bağlantısı olmadığı ortaya çıktı.
TAKVİM GAZETESİNİN ALGI OPERASYONU
Adnan Oktar ve Arkadaşlarına yönelik suçlamaların iftira olduğu anlaşıldı.
"Bizler Suç Örgütü Değiliz..."